Rabu, April 8, 2020
Home > Artikel > Jagalah Sholat Wahai Saudaraku!

Jagalah Sholat Wahai Saudaraku!

JAGALAH SHOLAT WAHAI SAUDARAKU!!

Ustadz Abu Muhammad Rizqy Ibn Sufyan

 

بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمين ، وبعد :

Ketahuilah Sholat merupakan perkara yang penting . Siapa saja yang menjaganya, berarti dia telah menjaga Agamanya . Sebaliknya bagi yang menyia – nyiakannya maka amalan selain darinya akan lebih dia sia – siakan .

Dan Nabi Yang Mulia shallallahu ‘alai wasallam bersabda :

(( لادين لمن لاصلاة له )) ، أخرجه ابن أبي شيبة في( اﻹيمان )

(( ولا حظ في اﻹسلام لمن ترك الصلاة )) أخرجه مالك ، صححه اﻷلباني .

(( Tidak ada Agama bagi siapa saja yang tidak Sholat )) dikeluarkan oleh Ibn Abi Syaibah pada kitab ( Al-iman )

(( Tidak ada bagian didalam Islam bagi siapa saja yang meninggalkan Sholat )) dikeluarkan oleh Imam Malik pada kitab ( almuwattho` ) dishohihkan oleh Imam Albany – rahimahullah – .

Maka menegakkannya adalah ke Imanan sedangkan menyia – nyiakannya adalah kekufuran dan melampaui batas . Sehingga dia pemisah diantara seorang muslim dan kafir . Sebagaimana sabda Nabi – Shalallahu ‘alaihi wasallam –

(( بين الرجل وبين الشرك والكفر ترك الصلاة )) صححه اﻷلباني

“Yang membedakan seorang Muslim dengan Musyrik dan Kafir adalah perkara meninggalkan Sholat (HR. Muslim no. 257)

Semoga Allah menucurahkan Taufiq kepada kita seluruhnya supaya berlaku baik didalam Shalat  dan menegakkannya , sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan lagi Maha Mengabulkan .

YANG PALING PERTAMA DITANYA PADA HARI KIAMAT

Sudah sepantasnya setiap Muslim punya perhatian besar dengan kewajiban ini, yang akan menghubungkan dia dengan Yang Menciptakannya – Subhaanahu wata’aala – memperhatikan rukun – rukunnya , kewajiban – kewajibannya , serta syarat – syaratnya dan selain itu . Hendaklah dia menunaikannya dengan penuh rasa khusyu’, ihsan serta tuma`ninah , zahir dan batin sehingga dia mendapatkan kejayaan besar dengan pahala yang agung .

Dari ‘Utsman Ibn ‘Affan radiayallahu ‘anhu berkata: saya mendengar Rosulallah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

 

 مامن امرئ مسلم تحضره صلاة مكتوبة ، فيحسن وضوءها وخشوعها وركوعها ، إلا كانت كفارة لما قبلها من الذنوب مالم يؤت كبيرة ، وذلك الدهر كله  صحيح مسلم

 

Tidaklah seorang Muslim datang waktu Sholat Wajib kepadanya , maka dia membaguskan wudhu`nya serta kekhusyukannya dan ruku’nya , melainkan ia akan menggugurkan dosa – dosanya yang telah berlalu selama dia tidak melakukan dosa – dosa besar , dan hal itu berlaku sepanjang masa . (Shahih Muslim)

Maka dari itu Allah mewajibkannya atas seluruh para Nabi – ‘alaihimmushaalatu wassalaam – bahkan menjadikannya sebagai ucapan terakhir RosulNya – shallallahu ‘alaihi wassalaam –

 الصلاة الصلاة )) رواه اﻹمام أحمد , صححه اﻷلباني

“ Sholat , Sholat” riwayat Imam Ahmad dishahihkan oleh Imam Albany – rahimahumallah –

 

Dan ini tidak disangsikan lagi , menunjukkan kepada kita akan kedudukan Sholat di dalam Islam , besarnya perhatian Nabi kita terhadapnya .

Wahai para pencinta Nabi – shallallahu ‘alaihi wasallam – Sholat , Sholat , adalah wasiatnya kepada kalian . Maka bertakwalah kepada Allah dengan menjaga wasiat agung ini , ingatlah senantiasa hal ini ketika Nabimu mengatakan

“ الصلاة الصلاة “

Bekerja samalah , serta saling berwasiatlah dengannya . Ajarkanlah serta ingatkanlah siapa yang lupa dan lalai darinya .

Telah datang dari Nabi kalian – shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إن أول مايسأل العبد عنه من عمله الصلاة ، فإن تقبلت منه صلاته تقبل منه سائر عمله  رواه ابن أبي شيبة .

 Sesungguhnya yang paling pertama ditanya kepada hamba dari amalannya adalah Sholat , jika sholatnya diterima maka diterima pula seluruh amalannya . (Riwayat Ibn Abi Syaibah)

Semoga Allah menganugerahkan pertolonganNya kepada kita didalam menjaga Sholat – Sholat kita dan memberikan perhatian kepadanya sebagaimana yang dicintai serta diridhoi , ya dzal Jalaali wal ikroom .

Bagaimankah kaedah yang sebenarnya dalam hal berpakaian dalam sholat ?

Sudah merupakan kebiasaan pada masa sekarang ini tidak terjaganya aurat  ketika melaksanakan sholat seperti celana panjang yang menutupi mata kaki, celana yang ketat dan membentuk aurat, atau memasukkan baju kedalam celana.

Sedangkan kain pakaian yang menjulur ke bawah hingga melewati mata kaki maka ini dinamakan dengan Isbal didalam istilah syari’at . Dan ia terlarang bagi kaum laki-laki bahkan diharomkan apatah lagi melakukannya dalam keadaan sombong – kita memohon Hidayah Taufiq bagi seluruhnya – berdasarkan Sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam

ماأسفل من الكعبين من اﻹزار فهو في النار

خرجه البخاري رقم 5887

Kain yang menjulur menutupi kedua mata kaki maka tempatnya di Neraka  dikeluarkan oleh Imam Albukhary no . 5887

 من جر ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة ) أخرجه البخاري  رقم 57910

“Siapa saja yang menjulurkan pakaiannya dalam keadaan sombong , Allah tidak akan melihatnya kelak dihari kiamat” (dikeluarkan oleh Imam Albukhary , no 5791)

Maka wajib atas setiap Muslim mewaspadai serta meninggalkan hal ini serta selainnya dari yang diharamkan secara khusus diwaktu Sholat – Sholat mereka

عن أبي هريرة – رضي الله عنه – قال : بينما رجل يصلي مسبلا إزاره ، قال له رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذهب فتوضأ ، فذهب فتوضأ ، ثم جاء فقال : إذهب فتوضأ

ققال له رجل : يارسول الله !! مالك أمرته أن يتوضأ ؟

ثم سكت عنه قال : إنه كان يصلي وهو مسبل إزاره وإن الله لايقبل صلاة رجل مسبل إزاره ( أخرجه أبو داود ) حديث صحيح

Dari Abu Huroiroh – radiyallahu ‘anhu – berkata : ketika seorang lelaki Sholat dalam kedaan Isbal, Rosulullah berkata kepadanya: pergilah dan berwudhu`, maka dia pergi dan berwudhu`, lalu datang, Dikatakan lagi kepadanya: pergilah dan berwudhu` sehingga seorang lelaki bertanya kepadanya: wahai Rosulullah !! kenapa engkau memerintahkan kepadanya supaya berwudhu`? Rosulpun diam. Lalu bersabda: sesungguhnya dia Sholat, dalam keadaan Isbal, sementara Allah tidak menerima Sholat lelaki yang isbal.

( dikeluarkan oleh Abu Daud ) hadits Shahih

 

Para Ulama menyimpulkan seputar ini menyatakan Sholat lelaki yang isbal sah akan tetapi dilakukan dalam keadaan berdosa karena bermaksiat kepada Allah Ta’ala oleh karena itu Nabi memerintahkan kepadanya untuk berwudhu`, dan wudhu` akan memadamkan kobaran maksiat .

Demikian juga keadaan kedua yang ditanyakan yaitu Sholat mengenakkan pakaian sempit lagi membentuk aurat atau semacamnya sah , akan tetapi dalam keadaan berdosa dan bermaksiat kepada Allah . Jadi hendaklah menambahkan dengan pakaian luar , terpenting tidak membentuk lekuk tubuh yang akan memperlihatkan auratnya .

(( نهى صلى الله عليه وسلم أن يصلي الرجل في سراويل ، وليس عليه رداء ))

أخرجه أبو داود ، حديث حسن كما في صحيح الجامع الصغير

“Shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang seorang lelaki Sholat  mengenakkan celana tanpa adanya pakaian luar padanya )) dikeluarkan oleh Abu Daud , hadits hasan sebagaimana didalam shohihul jami’ shogir .

Daftar Pustaka: Kitab aliman , jami’ shagir ,shahih muslim, shahih bukhary,  abu daud . Taudhih alahkam , mulakhas al fiqhiy , fiqih muyassar . Fatwan lajnah daimah