Selasa, Juli 16, 2019
Home > Adab Akhlak > Pentingnya Pendidikan Islami Terhadap Anak

Pentingnya Pendidikan Islami Terhadap Anak

Pentingnya Pendidikan Islami Terhadap Anak

Oleh : As-Syaikh Abu Yasir Ruzaiq bin Haamid Al-Qurosyi

 

الحمد لله, والصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، وبعد :

Wahai hamba-hamba Allah,

Allah ‘azza wajalla berfirman mengisyaratkan kepada umat dan memerintahkan umat dalam kitabNya untuk mendidik anak dengan pendidikan islami, dan bahwasanya perintah ini wahai hamba-hamba Allah telah ditunaikan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang setelahnya dari para sahabat. Dimana merekapun memerintahkan dan melaksanakannya, karena anak-anak kita adalah amanah di pundak-pundak kita wahai hamba-hamba Allah. Allah ‘Azza Wajalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

 

Artinya: ” Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS. At-Tahriim : 6)

 

Oleh karena itu wahai hamba-hamba Allah, jadilah engkau orang-orang yang menunaikan perintah Allah. Dalam ayatNya yang mulia ini Allah ‘azza wajalla memerintahkanmu pertama sekali untuk bertaqwa kepada Allah, kamu bertaqwa kepada Allah dalam keadaan berkesendirian ataupun dikeramaian, karena sesungguhnya diantara ketaqwaan kepada Allah adalah menunaikan perintahNya dan mengamalkan apa yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka inilah jalan ketaqwaan kepada Allah ‘azza wajalla, yaitu kamu menunaikan perintahNya dan mengikuti NabiNya, maka sesungguhnya ini adalah Taqwa. Oleh karena itu Allah berfirman dalam ayatNya memerintahkan untuk bertaqwa :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …”

(QS. At-Tahriim : 6)

 

Karena sesungguhnya penjagaan diri dan perlindungan terhadap keluarga dari neraka merupakan bentuk ketaqwaan kepada Allah ‘azza wajalla yang Allah telah memerintahkannya di banyak ayat dalam kitabNya, oleh karena itu hendaknya seorang manusia memulai dari dirinya untuk menjaganya dari neraka dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah datang kepada kita dengan sesuatu yang kita berlindung dengannya dari neraka ….

Wahai hamba-hamba Allah, karena apa yang datang dari Nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Alquran ini dan sunnahnya shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan sebaik- baik perlindungan bagi

umat dari neraka. Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sangat semangat terhadap umat ini dan karena rahmat dan kasih sayangnya dan mencintai kebaikan untuk umat ini dan memerintahkan dengan kebaikan dan membenci kejelekan bagi umatnya dan melarang mereka dari kejelekan tersebut, oleh karena itu berkata seorang sahabat radhiallahu ‘anhu dalam atsar:

 

عنه الأمة حذر إلا شر من وما عليه الأمة دل إلا خير من ما

 

Artinya: “Tidak ada satu kebaikan pun melainkan beliau telah menunjukkan nya dan tidak ada satu kejelekan pun melainkan beliau telah memperingatkan umat darinya “

 

Wahai hamba-hamba Allah , oleh karena itu jadilah engkau wahai hamba-hamba Allah orang yang menjaga dirimu dengan mengikuti Alquran dan sunnah dan mengikuti apa yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tidaklah kamu tunaikan yang demikian tersebut melainkan harus bagimu untuk mempelajari ilmu syar’i dari Alquran dan sunnah, karena ini adalah sebagai jalan penjagaan diri bagimu dari azab neraka dan jalan pengetahuan yang sempurna yang dengannya kamu dapat melindungi anak-anakmu dari neraka wahai hamba-hamba Allah.

 

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah memerintahkan dengan cara bertahap-tahap dalam mendidik anak dan juga dalam mengajar mereka, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

واضربوهم لسبع بالصلاة أولادكم مروا

…..المضاجع في بينهم فرقوا و لعشر عليها

 

Artinya: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk sholat ketika mereka berumur tujuh tahun dan pukullah mereka (karena meninggalkannya) ketika mereka berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah  tempat-tempat tidur mereka …… “ (HR. Abu Dawud)

 

Karena sesungguhnya memerintahkan dan melatih mereka dimulai dari usia kecil mereka wahai hamba-hamba Allah. Dimana kamu melatih mereka untuk beribadah dan kamu ajarkan kepada mereka aqidah juga kamu ajarkan kepada mereka sunnah dan kamu ajarkan kepada mereka adab-adab nabawi sejak kecil mereka wahai hamba-hamba Allah, karena melalaikan mereka dari usia kecil mereka akan menjadi penyesalan bagi orangtua ketika dewasanya mereka …..

 

Bertaqwalah wahai hamba-hamba Allah, jagalah amanah ini yang telah Allah mengamanahkannya kepada kalian karena Allah ‘azza wajalla telah menawarkan amanah kepada langit dan bumi dan mereka menolak dan merasa takut darinya akan tetapi manusia sanggup memikulnya yang padahal manusia adalah makhluk yang banyak berbuat kedzoliman dan banyak melakukan kebodohan. Maka pendidikan anak wahai hamba-hamba Allah, adalah amanah di pundak-pundak kita, berkata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

 

Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban akan rakyatnya. Seorang ayah adalah pemimpin di rumahnya dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang rakyatnya. Seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggung jawaban akan rakyatnya. Seorang pembantu adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggung jawaban akan apa yang dipimpinnya. Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang rakyatnya“  (Muttafaqun ‘alaihi)

 

Maka kalian wahai hamba-hamba Allah, berada dalam karunia dan dalam kebaikan dan rahmat, yang demikian adalah karena ada dihadapan kita seluruhnya perkara-perkara yang bisa melindungi diri-diri kita dari neraka. Dimana itu adalah perkara-perkara yang Allah beri taufiq kita padanya untuk menunaikan perintah Allah ‘azza wajalla dan untuk mengikuti NabiNya shallallahu ‘alaihi wasallam, karena sesungguhnya kebaikan dari seluruh kebaikan adalah dalam mengikuti perintah nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berqudwah (mencontoh) dengan beliau dalam segala hal, dan kejelekan dari seluruh kejelekan wahai hamba-hamba Allah adalah dalam menyelisihi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyelisihi petunjuknya sampaipun dalam mendidik anak-anak kita , Allah ‘azza wajalla berfirman :

…فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya: “…Hendaklah merasa takut orang-orang yang menyelisihi perintahnya akan menimpa mereka fitnah atau menimpa mereka azab yang pedih” (QS. An-Nuur : 63)

 

Karena sesungguhnya fitnah dari seluruh fitnah dan kejelekan dari seluruh kejelekan wahai hamba-hamba Allah, adalah dalam menyelisihi apa yang dibawa nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam segala hal wahai hamba-hamba Allah. Dan dalam permasalahan ini yakni permasalahan pendidikan anak sesungguhnya hal ini adalah perkara yang besar dan sangat pantas dari kita wahai hamba-hamba Allah mengerahkan segala daya dan upaya dalam mendidik anak-anak kita. Dan mengeluarkan bagi umat ini yang disebabkan didikan kita masyarakat yang beribadah kepada Allah ‘azza wajalla dan mengikuti nabiNya shallallahu ‘alaihi wasallam, memerintahkan kepada kebaikan dan dan melarang dari kemungkaran dan menjadi panutan yang sholih di masyarakat. Adapun jika kamu melalaikannya wahai hamba-hamba Allah, maka pasti kamu akan mendapati penyesalan dan ia akan menjadi panutan yang rusak di masyarakat.

 

Bertaqwalah wahai hamba-hamba Allah dan bertaubatlah kepada Allah dan tunaikanlah perintah-perintah Allah dan tuntunlah anak-anak kita kepada Alquran dan sunnah dan tuntunlah mereka kepada adab-adab nabawi yang islami karena ini adalah perkara yang sangat dituntut dan ini adalah amanah. Ini adalah bentuk pemeliharaan dan ini adalah bentuk penjagaan. Saya meminta kepada Allah dengan karunia dan kemuliaanNya untuk memberi taufiq kepada kami dan juga kalian untuk mentaatiNya dan juga memberi taufiq kepada kami dan juga kalian kepada petunjuk nabi shallallahu ‘alaihi wasallam agar tidak menimpa kita kejelekan di dunia dan akhirat.

 

Aku ucapkan perkataanku ini, dan aku meminta ampunan kepada Allah untukku dan juga kalian, maka minta ampunlah kepada Allah, sesungguhnya Ia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Wahai hamba-hamba Allah, sungguh perkara pendidikan sangatlah ditekankan di zaman ini yang bergejolak padanya ombak-ombak fitnah dan bergejolak padanya berbagai macam kejelekan. Dan ada pula padanya da’i-da’i yang mengajak kepada kejelekan tersebut melalui jaringan satelit dan melalui internet dan juga melalui sarana media-media sosial seperti twitter, facebook, whatsapp dan selain itu yang banyak keberadaannya di zaman ini…..

 

Wahai hamba-hamba Allah, media-media seperti ini telah memfitnah kita malam dan siang dengan hal-hal yang telah tersebar dari berbagai macam aqidah-aqidah yang rusak dan akhlaq-akhlaq yang jelek dan seluruh kejelekan yang ada. Untuk perkara aqidah yang rusak, ada da’i-da’i yang menyeru melalui media-media ini dan pada da’i-da’i yang jelek, da’i-da’i khamar, da’i-da’i yang mengajak kepada berhiasnya para wanita dan kepada perbauran laki-laki dan wanita. Ada da’i-da’i yang mengajak manusia melalui media-media ini, begitu juga sihir dan selainnya ada juga da’i-da’i yang mengajak manusia kepada perkara tersebut sehingga manusia dalam keadaan bingung dalam urusannya.

 

Dan ditegaskan kepada manusia  untuk bersemangat dengan semangat yang kuat terhadap anak-anaknya di rumah dan bersungguh-sungguh pada yang demikian. Kemudian janganlah seorang hamba lupa untuk berhubungan dengan Rabbnya dengan cara sholat malam dan banyak berdoa dan tunduk dan berserah diri kepada Allah azza wajalla untuk menjauhkannya dan menjauhkan anak-anaknya dan anak-anak kaum muslimin dari kejelekan-kejelekan ini yang telah banyak datang di masyarakat sehingga merusaknya…

 

Wahai hamba-hamba Allah, kecuali orang-orang yang dirahmati Allah, maka haruslah kita memiliki sikap yang benar dan sikap yang tegas dalam perkara ini wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya yang demikian merupakan kewajiban yang diwajibkan atas kita dan merupakan perkara yang akan dimintai pertanggung jawabannya atas kita di hari kiamat dalam amanah ini dan apa yang telah kita perbuat padanya…

Bertaqwalah wahai hamba-hamba Allah, bersholawat dan salam-lah kepada orang yang kalian diperintahkan untuk bersholawat dan salam kepadanya, dimana Allah berfirman:

 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzaab : 56)

 

والحمد لله رب العالمين، وصلى الله على نبينا محمد، وعلى آله وأصحابه أجمعين

 

Diterjemahkan dari khutbah Jum’at Syaikh Ruzeiq bin Haamid Alqurosyi Hafizhohullah, pada tanggal 2 Jumadal Ula 1436 H bertepatan dengan 20 Februari 2015 di Ma’had Ta’zhimusunnah Rimbo Panjang Pekanbaru. Penterjemah: Ustadz Abu Huzaifah Ahmad.