Senin, Agustus 19, 2019
Home > Aqidah > Ma’na Muhammad Rosulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam

Ma’na Muhammad Rosulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam

Ma’na Muhammad Rosulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam oleh Ustadz Abul Mundzir Dzul Akmal, Lc

Beriman bahwasannya Muhammad Shallahu `alaihi wa Sallam sebagai utusan Allah  Jalla wa `Alaa, membenarkan apa yang dikabarkannya, menta`ati apa yang diperintahkannya, meninggalkan apa yang  dilarang dan dicela darinya, serta kita tidak akan  ber`ibadah kepada Allah `Azza wa Jalla kecuali  dengan apa yang telah  disyariatkan oleh Allah Subhaana wa Ta`aala melalui lisan NabiNya Shollallahu `alaihi wa Sallam.

Allah Tabaaraka wa Ta`aala telah berkata :

 

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ 

1. Asy-syaikh Abul Hasan An-nahdawy  berkata dalam kitab”An-nubuwah”sebagai berikut, ”para nabi shallahu `alaihimus Sholaatu  was Sallaam dakwah pertama dan tujuan tebesar  mereka disetiap  masa adalah meluruskan  aqidah (keyakinan) terhadap Allah. عز وجل  Meluruskan  antara hamba dengan Rabb-nya. mengajak  memurnikan agama ini  untuk Allah  dan hanya beribadah kepada Allah semata. Sesunguhnya Dia (Allah ) Dzat yang memberikan  manfaat Yang mendatangkan mudharat, yang berhak menerima ibadah, doa, penyadaran diri (iltija’) dan sesembelihan. Dakwah para nabi diarahkan kepada orang-orang yang beribadah kepada illah selain Allah  seperti berhala atau selainnya, yang secara terang-terangan beribadah

kepada berhala, patung-patung,orang shalih yang dikultuskan, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati..

  1. Allah عز وجل berfirman kepada Rasullulah shallahu a’laih wa salam:

 قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

 Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”.{Al-Araaf-188}

Dan nabi bersabda: (لا تطروني، كما أطرت النصارى ابن مريم، فإنما أنا عبده، فقولوا: عبد الله ورسوله. ) Artinya:Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memuji(menyanjung) diriku sebagaimana orang-orang nashrani berlebihan memuji ibnu maryam ( Isa ), Sesungguhnya Aku  adalah hamba Allah maka katakanlah: Hamba Allah  dan Rasul-Nya.’’{HR.Al-Bukhari}

makna الإطراء ialah berlebih-lebihan dalam menyanjung(memuji). kita  tidak beribadah kepada muhammad, sebagaimana orang-orang nasrani beribadah kepada isa bin maryam, sehingga mareka terjerumus dalam kesyirikan. Dan Rasullah  shallahu a’laih wa salam  mengajarkan kepada kita untuk mengatakan:’’Muhammad Hamba Allah عز وجل  dan RasulNya.”

  1. Sesunguhnya kecintaan kepada Rasullulah shallahu a’laih wa salam adalah berupa ketaatan kepadaNya, yang dieksperisasikan dalam bentuk berdo’a (memohon) kepada Allahعز وجل    semata dan tidak berdoa kepada selainNya meskipun ia seorang Rasul atau wali. Rasullulah shallahu a’laih wa salam bersabda: إذا سألتَ فاسأل اللهَ، وإذا استعنتَ فاستعِن باللهartinya:Apabila engkau meminta, maka mintalah kepada Allah, apabila engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan dari Allah.”(Tirmidzi)

Dan apabila Rasullah dirundung duka cita, maka beliau membaca: ياحي ياقيوم برحمتك استغيث Artinya:”Wahai dzat yang hidup yang kekal dengan rahmatMu aku meminta pertolongan” (HR.Tirmidzi)

Smoga Allah merahmati penyair  yang berkata :Ya Allah, aku memintaMu untuk menghilangkan  kesusahan kami.Dan kesusahan ini, tiada yang bisa menhapusnya kecuali engkau,ya Allah.”