Selasa, Desember 18, 2018
Home > Aqidah > Pertolongan Allah Sebuah Kepastian

Pertolongan Allah Sebuah Kepastian

Allah berfirman:

 Quran, Surah Ar-Rum, Ayat 47

 

Artinya: “Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang orang yang beriman”. Ar ruum (47).

Ayat  al Quran ini menjelaskan bahwa Allahعز وجل  menjanjikan pertolongan bagi orang orang beriman atas musuh musuhnya, ini adalah sebuah kepastian dari janjiNya  yang tidak mungkin  untuk diinkariNya. Allah عز وجل   telah menolong rasul Nya di dalam perang Badar, al Ahzaab dan yang lainya dalam pertempuran yang beliau alami. Demikian pula Allahعز وجل  juga telah menolong para sahabatnya sepeninggal beliau, karena itulah Din Islam menyebar diseluruh penjuru dunia. Islam banyak mencapai kemenangan meskipun melewati banyak tragedi dan musibah.     Kesudahan yang baik akhirnya memang miliknya orang orang beriman, lagi tawakal kepadaNya Tabaaraka wa Ta`aala, serta mentauhidkanNya didalam perkara `ibadah, berdo`a baik dalam masa sempit maupun lapang. Renungkanlah! Bagaimana al Quran mengkhabarkan keadaan orang orang beriman ketika terjadinya perang Badar, jumlah mereka sedikit, perbekalan merekapun minim, dalam posisi  demikian mereka berdoa kepada Allah Jalla wa `Alaa. Sebagaimana Allah عز وجل berfirman:

Quran, Surah Al-Anfal, Ayat 9

Artinya : Ingatlah, ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankanNya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut turut”. Al Anfaal (9).     Allahعز وجل  mengabulkan do`a mereka, menurunkan bala bantuan para malaikat yang berperang bersama mereka, para malaikat memenggal kepala orang orang kafir dan memancung  ujung jari jari mereka.

Berkata al Imam as Sa`diy rahimahullahu Ta`aala dalam menafsirkan ayat yang mulia ini : Artinya : “Ingatlah kalian akan ni`mat Allah atas kalian takkala dekatnya pertemuan kalian dengan musuh musuh kalian; kalian minta tolong kepada Rabb kalian dan memohon kepadaNya pertolongan dan bantuan.

Allah berfirman: َ

Quran, Surah Al-Anfal, Ayat 12

Artinya: “(Ingatlah), ketika Rabbmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap tiap ujung jari mereka”. Al anfaal : 12 

Berkata al Imam as Saddiy Rahimahullah:” فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ”

Artinya: maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap tiap ujung jari mereka”. Maksudnya persendian anggota tubuh. Dan pembicaraan: imma ditujukan  kepada malaikat  yang Allah  عز وجل telah mewahyukan kepada  mereka untuk menguatkan  orang orang beriman, maka jelaslah dalam ayat ini bahwa malaikat terjun langsung kemedan laga  dalam perang badar tersebut, atau ditujukan  kepada orang orang beriman untuk memberikan semangat  dan mengajarkan  kepada mereka bagaimana cara membunuh orang orang musyirikin tersebut, dimana mereka tidak menyayangi kaum mu`minin.[1]

Akhirnya tercapailah kemenangan atas orang orang beriman lagi mentauhidkan Allah. Allahعز وجل  menjelaskan :

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٢٣) –

Artinya: “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar padahal kamu adalah (ketika itu) orang orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya“. Ali Imran: (123).

Dan juga diantara do`a Rasulullahi Shollallahu `alaihi wa Sallam ketika malam perang Badar:

قال إبن عباس حدثني عمر بن الخطاب قال : لما كان يوم بدر، نظر رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى المشركين وهم ألف، وأصحابه ثلاثمائة وتسعة عشر رجلا.

 

“ya Allah,seandainya engkau  hancurka kelompok dari orang-orang islam ini, niscaya engkau tidak ibadahi lagi dimuka bumi”.[2]

Pada saat ini, dibanyak negara, kita menyaksikan umat islam melakukan peperangan dengan musuh musuhNya, tetapi mereka tidak mendapati kemenangan, lalu apa sebabnya? apakah Allah عز وجل  mengingkari janjiNya kepada orang –orang  beriman? tidak sama sekali!! Allah عز وجل  tidak menginkari janjinya, tetapi yang perlu kita tanyakan adalah, dimanakah orang beriman sehingga datang kepada mereka kemenangan sebagaimana yang dijanjikan oleh ayat Allah diatas? marilah  kita bertanya kepada para mujahidin:

  1. Apakah mereka mempersiapkan diri dengan iman dan tauhid yang dengan keduanya Rasullah shallahu alaih wa salam, memulai dakwahnya di Makah sebelum beliau melakukan peperangan?
  2. Apakah mereka melakukan ikhtiar sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam firmanNya :

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ

Artinya : “Dan siapkanlah  untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja kamu sangupi’’(al-anfaal-60)

Rasullah menafsirkan ayat diatas dengan (persiapan)  memanah, melempar.

3.Apakah mereka meminta kepada  Allah dan mentauhidkan-Nya dalam keadaan perang berkecamuk ataukah sebaliknya, mereka melakukan kesyirikan atasNya, sehingga meminta kepada selainNya, yang tidak memiliki kekuasaan sedikitpun, lagipun mereka adalah hamba Allah, yang tidak mampu memberikan mamfaat dan mendatangkan mudharat walaupun untuk dirinya sendiri.

lalu mengapa mereka tidak meneladani Rasullah shallahu a’laih wa salam dalam berdoa yang hanya ditujukan kepada Allah semata? bukankah Allah berfirman: أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ artinya:” Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya”{az-zumar:36}.

4.Apakah mereka bersatu, saling mengasihi dan menyayangi satu sama yang lainnya, sehingga menjadi semboyan dan syiar mereka.

Allah عز وجل  berfirman: وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَartinya”janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”{al-anfaal-46}

kata asy-syaikh Abdurahman as-adiy: ” ولا تنازعوا “” artinya:’’Dan janganlah kamu berbantah-bantahan”maksudnya:perselihan yang menghasilkan perpecahan hati dan perbedaan, ” فتفشلوا “maksudnya:menjauhkan kalian, ” وتذهب ريحكم “maksudnya:mematahkan semangat kalian memecah-belah kekuatan kalian,dan menyebabkan Allah mengangkat pertolongan yang janjikan kepada kalian atas ketaatan kepada Allah عز وجل  dan rasulNya.[3]

5.Yang terakhir umat islam meninggalkan aqidah dan perintah-perintah agama mereka, maka mereka menjadi umat yang terbelakang, sebaliknya jika mereka kembali kepada agama mereka, niscaya akan kembali pula kemulian dan kejayaan mereka,sebab pada hakekatnya islam mewajibkan umatnya untuk maju dibidang  ilmu dan peradaban.

Sungguh jika kalian  merealisasikan iman sebagaimana yang telah diperintahkan niscaya  akan datan pertolongan yang dijanjikan kepada kalian,Allah عز وجل  berfirman: وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ }artinya Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.”{ar-ruum-47}

 

 

[1] ’taisirul karimiir rahman fi tafsir kalaamilmanaan”Asy-syaik abduraman as-sadiy

[2]Lihat shahih muslim kitabut-jihad  no:1763, hadist `Umar Ibnul Khotthoob radhiallahu `anhu.

[3]‘’taisirul karimiir rahman fi tafsir kalaamilmanaan”Asy-syaik abduraman as-sadiy.