Selasa, Desember 18, 2018
Home > Artikel > Apakah Ada Nasehat Bagi Penutut Ilmu?

Apakah Ada Nasehat Bagi Penutut Ilmu?

Syaikh

Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizahulloh

ditanya

Apakah Ada Nasehat Bagi Penutut Ilmu?
Jawabannya :
Saya menasehati diriku, dan aku menasehati anak-anakku dan saudara-saudara ku agar bersungguh sungguh menuntut ilmu, maka ilmu tidak ada akhirnya dan tidak ada batasnya bagaimanapun keadaan manusia menyampaikan ilmu dari kalangan orang pintar,maka sepantasnya untuk terus menerus dalam menuntut ilmu sampai bertemu kepada Allahتبارك وتعالى, maka salah satu ulma kibar yang hafiz ditanya ketika orang sakit menjelang kematiannya Apa yang Anda angan angankan atau inginkan,? Maka dia menjawab :”Saya berangan2 rumah yang sunyi… dan demikian diriwayatkan… dan sanad yang tinggi”,dia berangan2 sanad yang tinggi dan rumah yg sunyi sementara dia dalam keadaan menderita sakit menjelang kematiannya, dan dua ambisi yg tidak mengenyangkan (merasa kurang ) salah satu dari keduanya adalah menutut ilmu,menuntut ilmu tersebut tidak mengenyangkan, yang diinginkan oleh Allah melainkan kebaikan tidaklah dalam menuntut ilmu melainkan kebaikan, maka sepantasnya untuk terus menerus menutut ilmu maka yg demikian tersebut adalah dari pada ibadah yang paling utama dan pendekatan diri kepada Allah yang paling utama, dan Allah akan mengangkat penuntut ilmu tersebut beberapa derajat, dan para ulama menetapkan bahwa menuntut ilmu itu adalah salah satu amalan yang paling utama dari pada berjihad di jalan Allah, dan dari pada ibadah2 sunnah dan yang lainnya, dikarenakan bahwasanya menuntut ilmu bukanlah untuk kepentingan pribadinya sendiri saja, dan dia membersihkan diri dengan ilmu ini, dan Allah memberikan manfaat dengan ilmu ini, dan akan tetapi bermanfaat bagi yg lainnya, maka ini adalah manfaat yang banyak, yg memerintahkan untuk mengibadahi Allah saja dan bersungguh2, maka ini untuk dirinya, akan tetapi yg diinginkan yang demikian adalah untuk mempelajari ilmu dan dia akan mengetahui bahwa itu adalah warisan para Nabi dan para Nabi tidak mewarisi dinar dan dirham akan tetapi mewarisi ilmu, dan sebaik2 pewaris para Nabi adalah orang yang bersuguh2 dengan menuntut ilmu dan mengikhlaskan dalam menuntut ilmu untuk Allahتبارك وتعالى,dan menyeru manusia kepada petunjuk Allah, dan kpd kebenaran, dan kpd jalan Allah yang lurus, dan saya menasehati diriku untuk senantiasa menuntut ilmu dan menggulung lengan dari kesuksesan, maka sesungguhnya Allah memberikan manfaat kpd kita dan yg membersihkan diri kita dengannya insyaallah, dan Allahlah yang membantu kita demikian tersebut didalam mengarahkan kaum muslimin dalam mengajar mereka, dan dalam fatwa mereka, dan tegak dengan ilmu adalah kehidupan kaum muslimin didalam ibadah mereka dan didalam pernsip, dan didalam jihad mereka, dan didalam tindak tanduk mereka, apabila hilang dari kaum muslimin tersebut ilmu maka jadilah kebodohan setelah itu, dan jadilah sesat, maka diatas pengaruh yg demikian tersebut tegaklah hari kiamat, maka sesungguhnya menyia2kan ilmu dan hilangnya ilmu merupakan tanda dari pada tanda hari kiamat.

sumber: http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=35&id=729